Suatu hari, orang-orang terpilih berdatangan ke dermaga menuju sebuah kapal pesiar yang amat mewah yang dikenal dengan nama Nakoda. Sebuah kapal yang hanya bisa ditumpangi oleh orang-orang terpilih yang mempunyai kriteria tertentu. Mulai dari kalangan bangsawan, ilmuwan, seniman, hingga olahragawan. Mereka yang terpilih, mendapat kesempatan untuk berlayar bersama Nakoda.
Setelah semua naik ke dalam kapal, Nakoda pun siap untuk mengarungi samudera. Dan pelayaran pun dimulai. Suasana yang nyaman, fasilitas yang lengkap, juga orang-orang yang ramah membuat pelayaran semakin indah dan berkesan.
Hari demi hari dilalui bersama Nakoda. Banyak kisah terukir dalam pelayaran itu. Penumpang satu dan lainnya pun semakin dekat. Saling bahu-membahu menciptakan kenyamanan dan keindahan dalam pelayarannya, saling bekerjasama dalam mengembangkan profesinya. Seniman-seniman mempersembahkan karya-karyanya untuk menghibur para penumpang. Mulai dari musisi yang mempersembahkan keindahan musikalitasnya, aktor dan aktris yang menghibur dengan kemurnian aktingnya, para pelukis yang menyajikan karya-karyanya yang memukau. Ilmuwan-ilmuwan pun membuat alat-alat canggih yang membantu mempermudah penumpang lainnya dalam bekerja.
***
Di suatu malam, angin yang bertiup sangat kencang membuat para penumpang mengencangkan mantelnya. Setiap sudut kapal terasa dingin. Suara desiran ombak membuat suasana malam semakin mencekam. Tiba-tiba saja dari arah barat laut datang badai besar menghantam kekokohan Nakoda. Semua penumpang berteriak, ada yang menangis, semua berharap agar mereka dapat bertahan dalam menghadapi badai yang menerjang Nakoda. Kapten kapal berusaha menenangkan penumpang. “ Jangan panik, semua bisa diatasi.”, kata sang kapten.
Melihat penumpang masih merasa takut, kapten berusaha untuk menenangkan mereka dengan mengatakan apa yang disampaikan para ilmuwan berdasarkan penelitian mereka kepadanya. “ Penumpang diharapkan tenang. Menurut penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan, badai ini tidak akan menghancurkan Nakoda. Badai ini hanya badai biasa yang terjadi di lautan saat hujan atau cuaca buruk. Badai akan berakhir saat cuaca berangsur normal.”
Setelah mendengar hal itu, para penumpang berusaha untuk tenang. Malam berikutnya, badai masih tetap ada. Penumpang berusaha untuk tetap tenang sesuai kata-kata kapten kapal. Namun, malam-malam berikutnya badai masih tetap terjadi. Bahkan semakin mengerikan. Kepercayaan penumpang terhadap ilmuwan yang meneliti badai tersebut mulai pudar. Banyak yang tidak percaya dengan analisis yang diberikan para ilmuwan tersebut. Akhirnya, terjadi perselisihan antar sesama penumpang. Penumpang yang percaya dengan para ilmuwan tetap tenang dan menganggap badai itu hanya badai biasa. Sementara penumpang lain yang tidak percaya mendesak kapten untuk meminta bantuan dan memaksa para ilmuwan untuk meneliti ulang penelitian yang sudah mereka lakukan dan meminta mereka untuk membuat alat yang dapat melindungi Nakoda dari terjangan badai tersebut.
***
Seminggu berlalu, badai masih terjadi. Hampir separuh badan kapal mengalami kerusakan. Penumpang satu dan lainnya saling mempertahankan pendapat mereka. Pertentangan tak dapat dihindarkan. Terjadi perpecahan antara dua kelompok. Kelompok yang percaya dan yang tidak percaya terhadap penelitian ilmuwan. Yang percaya tetap mendukung penelitian para ilmuwan, mereka yang tidak percaya berusaha mencari cara untuk menyelamatkan diri. Dengan bantuan biaya yang diberikan bangsawan-bangsawan yang mendukung mereka, mereka bekerjasama membuat sebuah kapal kecil yang bisa membantu mereka keluar dari hantaman badai mengerikan itu. Dengan dilengkapi alat untuk melindungi kapal kecil itu dari terjangan badai. Seniman-seniman yang tergabung dalam kelompok itu bekerja membuat desain kapal yang akan mereka buat. Mereka berusaha membuat desain sebaik-baiknya agar dapat menyelamatkan diri mereka. Sementara itu, penumpang-penumpang yang jago berolahraga berusaha mengumpulkan papan-papan yang tidak terpakai dari dalam gudang kapal untuk membuat kapal sesuai desain dari para seniman. Sementara itu, kelompok yang percaya terhadap ilmuwan mulai ragu dengan hasil penelitian mereka. Satu per satu dari mereka memutuskan untuk membantu pembuatan kapal yang akan digunakan untuk menyelamatkan mereka.
Setelah hampir dua minggu melakukan penelitian, para ilmuwan akhirnya menyadari bahwa mereka telah salah dalam menjalankan prosedur penelitian mereka. Akhirnya mereka menemukan fakta bahwa badai yang selama ini mereka amati bukanlah badai biasa, melainkan badai yang dapat menghancurkan kapal sekokoh Nakoda yang selama ini dikenal sebagai kapal terkuat yang pernah ada di dunia.
Awalnya, penumpang lainnya kecewa terhadap sikap para ilmuwan, tapi mereka sadar bahwa mereka berada pada posisi yang sama. Posisi dimana mereka harus melawan maut yang kini menghantui mereka. Mereka terus berusaha mengatasi berbagai kemungkinan yang akan mereka hadapi di kemudian hari sampai mereka benar-benar selamat dari badai tersebut. Mereka berusaha memperbaiki kerusakan-kerusakan yang dialami Nakoda sambil membuat kapal-kapal kecil yang akan mereka gunakan apabila alat yang mereka ciptakan untuk melindungi Nakoda tidak berhasil.
Lebih dari dua minggu mereka berada dalam maut. Mereka mencoba membangun kerjasama untuk mendapatkan hasil terbaik. Berbagai cara mereka lakukan, dengan mengumpulkan barang-barang bekas yang masih bisa mereka gunakan, mereka membuat pelindung kapal semampu mereka. Berbagai kendala mereka hadapi. Mulai dari kehabisan bahan-bahan untuk kapal kecil mereka, hingga kekurangan bahan makanan.
Tapi, dengan semangat yang mereka punya, mereka dapat menghadapi segala masalah yang menghalangi mereka. Rasa lapar yang mendera tak lagi mereka pikirkan. Bahan-bahan yang mereka perlukan, mereka dapat dari barang-barang yang mereka bawa untuk berlayar. Semua barang yang mereka bawa, mereka kumpulkan dan sebisa mereka, mereka rangkai semua barang itu menjadi sesuatu yang dapat mereka gunakan untuk melengkapi kekurangan-kekurangan dalam pembuatan kapal kecil maupun perbaikan Kapal Nakoda yang amat mereka cintai.
Beberapa hari kemudian, pekerjaan mereka berhasil diselesaikan. Sebagian penumpang Nakoda berhasil keluar dari badai dengan menggunakan beberapa kapal kecil yang mereka buat. Sebagian lagi berusaha memperbaiki Nakoda dan membawanya keluar dari badai. Sebagian penumpang yang selamat berusaha meminta bantuan kepada penduduk yang ada di pulau terdekat.
Dengan bantuan penduduk dan tim penyelamat yang berhasil mereka hubungi, mereka menyelamatkan sebagian korban lainnya dan berhasil membawa Nakoda keluar dari ancaman badai. Setelah berhasil selamat, mereka semua mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala pelajaran yang mereka dapatkan. Setelah itu, mereka berusaha untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan Nakoda bersama-sama. Dan yang terpenting adalah kerjasama mereka dalam menghadapi semua rintangan dalam pelayaran mereka. Dengan kerjasama, seberat apapun dan sesulit apapun rintangan yang menghadang mereka, semua akan terasa ringan.
Oleh: Lisa Apriyani


